Jalan-jalan Yuk

Diawali dengan hari yang panas di Banda Aceh untuk ukuran pagi hari terutama hari sabtu 4 Mei 2008, saya terbangun oleh insting malas saya bahwa saya telah bangun terlalu siang dan teringat dengan janji bersepeda bersama rekan-rekan dari Atjeh Bicycle Community. Benar saja ketika saya lihat jam, menunjukkan pukul 8.30, tidak ada konfirmasi dari rekan-rekan soal keberangkatan pagi itu, saya teringat pesan saya kepada kawan saya Ashar, bahwa kalau saya kesiangan, saya akan menyusul mereka langsung di danau atau di mata’ie yang terletak di Aceh Besar sedikit di luar kota Banda Aceh (tempat tujuan kita).

saya bergegas mandi, berganti baju, membeli satu botol aqua satu liter di warung sebelah, dan tak lupa membawa kamera serta helm dan topi pet kebangsaaan saya. Setelah terlebih dulu mengecek si hijau (wimcycle Hot Rod kepunyaan saya) dan memastikan dia layak jalan, meski ban belakang sudah mulai gundul dan di anggap oleh beberapa rekan sebagai kurang layak untuk offroad dan cross country, but who cares? aku toh cuma jalan2 cross country, bukan mau ajrut-ajrutan di medan yang ’sangat offroad’.

Pukul 8.50 saya meninggalkan pondokan menuju ke arah Keutapang, dimana saya akan mulai menyusuri jalan yang melewati TVRI banda Aceh tersebut langsung naik menuju wilayah yang di sebut Mata ie yang sudah termasuk dalam wilayah kabupaten Aceh besar dan terkenal dengan mata air dengan gerojogan kecilnya yang airnya dingin dan menyegarkan.

Menuju Mata ie diawali dengan jalan tanah berbatu-batu kecil dan semi aspal yang telah rusak, yang mana sedikit sulit buat pemula macam saya ini, karena jalan yang cenderung bertahap menanjak dan berkelok-kelok meski dibilang ‘hanya 4 km dari banda aceh’ atau lebih tepatnya 4 km dari batas kota banda aceh dan aceh besar hehehe.

mata ie

Berikut beberapa foto yang saya sempat ambil sepanjang perjalanan menuju mata ie, karena ketika sampai disana mata air mata ie nya sedang SURUT karena memang sudah berhari-hari tidak terjadi hujan dan suhu di aceh yang cenderung panas, ya saya tidak berniat mengambil gambar karena sudah kehilangan objek utamanya yaitu : AIR DINGIN nya.

sampah bo

Oh ya, sesuatu yang menjadi keprihatinan saya adalah banyaknya sampah di sepanjang perjalanan, meskipun ini adalah jalur alternatif dan bukan jalur umum, bukan berarti alam bisa diinjak-injak dan dirusak dengan sampah2 yang bertebaran di mana-mana seperti di foto di samping ini, pohon kering dan sampah seakan semakin menguatkan musim kemarau yang menerjang kawasan ini meski masih ada kehijauan di bukit-bukit yang rimbun oleh pepohonan, sekali waktu beberapa motor lewat di jalan kecil ini sambil mengamati saya yang mungkin terlihat aneh karena sendirian di wilayah sesepi ini, sambil meneguk air aqua saya, saya mencoba mengambil beberapa foto dari area ini. Salah satunya adalah tempat latihan militer yang dapat dilihat dari jalan tempat saya mengayuh sepeda saya ini.

markas rahasia

bukit latihan

indahnya bukit

Sampah lagi !!

Bekas rumah dan sampah serta pemandangan bukit hijau yang indah seakan menjadi simbol kekontrasan di wilayah ini, dan sempat juga saya mendapati beberapa babi liar berlari2 ke arah kumpulan sampah di dekat lereng bukit, namun kamera saya tak cukup cepat menangkap mereka.

Beautiful in disguise

Menurut saya pribadi, kalau anda seorang fotografer dan datang ke wilayah ini , akan banyak foto yang bisa anda ambil dan hampir semuanya enak dilihat (kalao indah itu relatif untuk tiap orang).

another view

ironis

Yep ini sebuah tanda larangan menebang dan membuka hutan namun yang terjadi adalah sebaliknya, bukit2 di gunduli dan orang-orang mendirikan rumah-rumah dan villa-villa dengan tulisan private area, dimana saya memutuskan untuk tidak mengambil gambar demi mencegah hal-hal yang tidak diinginkan dikemudian hari lagian saya kan kesini buat ngambil foto alam, bukan perbuatan orang heheheh.

Downhill

nah disini serunya, sesudah melewati tanda hijau itu, kita menemui tanjakan yang berakhir dengan sebuah turunan PANJANG, benar2 menyenangkan ngebut di turunan yang berjalan tanah dan memerlukan kehati-hatian, terutama kalau habis hujan, tetapi karena kondisi saat itu kering, saya merasa cukup beruntung bisa melaluinya dengan baik (sendirian pula), karena bulan lalu sudah kejadian seorang rekan pecah tulang siku di wilayah ini karena jatuh waktu downhill di area yang sama.

si hijau merasa kecapekan disini maka kita merebahkan doi sejenak untuk istirahat dan mengambil nafas di tanah yang panas itu.

Road to Lhoknga from mata ie

sesudah turunan, dan melewati jembatan yang sedang diperbaiki 2 orang tukang yang memberi tahu bahwa jalan yang saya tempuh sudah benar, mereka juga memberi tahu bahwa ada rombongan orang asing yang lewat 15 menit di depan saya, sayapun merasa ada yang dikejar sekarang, okelah teman-teman saya tidak ada, paling tidak di depan saya ada manusia dan bukan babi liar hehehe.

setelah sedikit jalan aspal rusak, akhirnya tibalah saya di jalan utama yang beraspal dan menyenangkan untuk di gowes (istilah rekan-rekan untuk memacu sepeda). Setelah berhenti sejenak untuk menghirup udara padang rumput dan mengambil foto seperlunya serta meminum aqua lagi saya teruskan perjalanan ini.

AHA!

AHA lagi

saya bertemu rombongan orang asing yang ternyata rombongan hash yang sedang bersepeda di wilayah (yang saya lupa namanya karena kurang teliti), di sebuah warung di wilayah yang kemudian memberikan informasi bahwa di wilayah itu danaunya bernama pucuk krueng, sepanjang jalan aspal kecil menuju kesana yang mengambil belokan dari jalan utama yang kalo kita ambil lurus akan langsung menuju ke pantai Lhoknga, banyak belokan bekas roda motor atau sepeda di rumput, akhirnya saya penasaran dan memisahkan diri dari rombongan bule itu, karena penasaran dengan hal yang ternyata saya temukan di belokan kiri sebelum area danau itu, yaitu foto diatas dan dibawah ini hehehe.

hiding in disguise again

indah ye

jembatan pucuk krueng

Nah semakin mendekat ke arah danau pucuk krueng, melewati jembatan yang menampilkan pemandangan yang menarik juga.

jalan menuju danau

on bike foto

Setelah melewati jalan kecil yang aga berlumpur yang mulai kering, sampailah saya di danau Pucuk Krueng.

danau ber tebing indah

danau buatan yang indah

danau lagi

Inilah keajaiban alam plus tangan manusia, siapa sangka danau bening berair hijau nan dingin brrrrr dan indah ini adalah danau buatan dengan membendung sungai dan yang luar biasanya lagi, dibawah tebing yang terkesan membendung danau ini, ada gua dibawahnya, dimana ketika ktia berenang menuju ke arah gua itu, kita bisa masuk hingga kedalaman tertentu, belum ada kepastian bisa tidaknya kita tembus ke sisi lain, yang jelas airnya dingin sekali, mungkin saya sudah mati beku sebelum sampai di ujung gua itu.

Di foto samping ini kalau kita teliti, saya yakin anda semua bisa melihat cerukan gua sedikit dibawah pohon di kanan itu, nah disitulah kita masuk ke gua air itu.

sayang sekali keadaan air sedang surut karena sudah lama tidak hujan, jadi danau tidak sedang penuh. tapi itu semua tidak menghalangi keinginan saya untuk sekedar mencelupkan kaki dan berenang di situ hehehe.

setelah melepas lelah bersama para orang asing dari rombongan hash yang ternyata menuju ke danau juga, saya berpamitan karena saya melihat jam sudah menunjukkan pukul 12.00, sebelum pulang saya sempat teringat kata ibu di warung tadi bahwa dari danau saya bisa memutar sambil balik ke banda aceh lewat pantai lhoknga, jadi itulah yang saya lakukan, bersepeda kembali menuju jalur utama yang berdebu dan dari tanah liat, menuju pantai lhoknga dimana di dalam perjalanan saya melewati bekas menara air yang telah dirobohkan.

Bisa disaksikan disini jalan menuju Pantai Lhoknga sebagian sudah bagus, sebagian masih di reparasi dan tingkatkan, tapi keindahannya masih bisa disaksikan disamping kering dan gersangnya jalan dan tanah sekitarnya.

Setelah mengayuh kurang lebih 30 menit sampailah saya di pantai lhoknga, setelah sekian lama, akhirnya saya menginjakkan kaki disini dan sendiri pula, saat itu jam menunjukkan 12.38 dan belum ada tanda-tanda keramaian padahal itu hari sabtu, kata salah satu penjual, hari sabtu memang hanya rame di sore hari, dan para pemungut tiket masukpun belum keliatan (Saya baru tau kalo diatas jam tertentu ada pemungut tiket ilegal untuk weekend tourist …. terutama hari libur dan sabtu). Sayapun membawa sepeda tercinta ke pinggir pantai untuk duduk2 sejenak dan mencari foto pantai yang kurang terawat ini, dengan banyaknya kios2 makanan dan sampah serta bekas pohon bakau yang dibiarkan membusuk di tepi pantai. tak banyak orang disitu, hanya 1-2 orang yang sekedar berjalan di pinggir pantai.

Panasnya hari dan teriknya mentari tak menyurutkan saya yang memang agak aneh ini untuk terus duduk di pinggir pantai menikmati angin pantai yang kencang, tanpa menyadari tangan saya mulai memerah karena lupa pake sun block (menyesali ketidaksiapan ini), beberapa orang mulai berdatangan, sebuah mobil UN landrover datang membawa sekeluarga menuju arah saya, sudah waktunya untuk pulang karena pantai mulai ramai. maka saya pun beranjak dari pantai itu dengan menerima senyum dari keluarga itu yang mungkin heran melihat ada orang aneh pake sepeda sendirian di pinggir pantai hohohoho.

Jadi untuk kali ini sampai disini dahulu sepetik perjalanan sendirian yang berkesan, meski saya masih harus banyak belajar banyak bertanya dan mencari info, mungkin di kesempatan lain saya akan lebih mencari info tentang daerah-daerah ini, kalau tidak apalah arti cerita dan foto-foto ini? aceh besar memang luas, namun seiring waktu yang tersisa, saya yakin bisa lebih mengenal daerah ini lagi. Akhirnya saya pulang melalui jalur jalan raya dari arah lhoknga yang menuju banda aceh sambil mengikuti labi-labi (angkot ala aceh), sampai di pertigaan yang mengarah ke kota, sigli dan meulaboh, luruslah saya menuju kota.

dan bertemu rekan- rekan di taman Putro Phang, di neussu (banda aceh) dimana ternyata mereka tidak berangkat melainkan sedang bermain freestyle dan bersantai-santai hahahaha.

salam gowes

aditya

~ by Adith on May 4, 2008.

5 Responses to “Jalan-jalan Yuk”

  1. bro.., lo nulis jangan panjang2 bro…
    bukan makalah nih kan bro..?
    kakakakaka….

  2. asem kok apik” potone mas :P

  3. loh la iya panjang2 choro kan kita orang suka yang panjang2 hehehe

  4. wuihhh detailed banget yah…
    eniwei..lain kali…mampir ke mata ie dulu aj…selalu pastikan apakah memang ada anak abc yg pergi atau tidak ya dit…dan sediakan selalu pulsa untuk emergency…hehehehehehe

  5. wow menakutkan heheee tp asik jg tuh…jln2…

Leave a Reply