Ndlosor ketemu bule gila
Akhirnya sang pemula ini pun tersuruk-suruk, untungnya saya tidak tersuruk di Lambade atau di turunan Mata ie… hehehe, kejadiannya di Taman Putroe Phang, tempat kami biasa belajar melompat dan menyalahgunakan MTB untuk belajar freeride (dalam konteks ini bunnyhop, lompat dan balancing aja)… hari sabtu yang benar-benar berkesan, diawali dengan loncatan yang biasa-biasa saja (masih dengan dasar yang salah) yang kemudian berbuah ndlosor itu tadi, kekurangan momentum akibat kayuhan dan salah bertumpu (seharusnya menarik kaki untuk mendapatkan jump yang tepat ketika akan melompati platform atau landasan lompat) yang terjadi saya melakukan kebodohan mendasar, mendarat dengan satu roda dan terbanting ke tanah, yang saya ingat adalah melihat kebawah sejenak dan kemudian blackout selama beberapa detik sebelum sudah tersadar di tanah.
intinya ternyata semua ada di keseimbangan dan kemampuan menarik momentum yang pas, ga cuma asal nekad aja, nekad boleh tapi pake otak juga.
memang hari yang seimbang .. sesudah mengalami jatuh kecil ini, untuk pertama kalinya dalam hidup saya, meski saya memar2 di daerah mata dan dada, saya tidak berpikir untuk berhenti dan istirahat, sesusah kompress es dan merasa lebih baik, meski masih sakit2 mencoba mencari letak kesalahan sampai menemukan bahwa keseimbangan saya masih cukup buruk. …. so PR saya adalah melatih balancing….. biasanya saya kalo udah kepentok (baca sebelum ada di aceh) pasti berhenti sejenak atau ngambek hehehehe.
dan entah kenapa Tuhan seakan membaca hal ini, sore harinya munculnya orang aneh ini, sosok tinggi item dari US, yang kebetulan lewat di dekat taman dan melihat salah satu dari rekan sedang melompat, dan disinilah dia (yang mengaku bernama lee), orang asing berkulit hitam kelam dan berambut gimbal macam landak ini datang lengkap dengan peralatan tempur ala freerider dan sepeda yang dia akuin milik istrinya dengan berat sekitar 50-62 pounds…. (30 kilo ????? yang bener?)…. dan memang rangka dan beratnya jauh melebihi sepeda-sepeda rata-rata yang rekan-rekan pakai.
berikutnya hanya PANAS!…. melihat dia melompat dengan ketinggian dan jarak yang di luar dugaan kami…. dengan kenekadan yang mendekati reckless and fearless …… bener2 orang gila… dan julukan bule gila pun melekat padanya, dan kami tidak perlu khawatir doi tersinggung, karena doi sama sekali ga bisa bahasa indonesia …. 1 bulan tiba dan dia sudah melompat2 di trotar banda aceh … sungguh memang bule gila ….. tangga-tangga di taman putroe phan pun dilalap habis olehnya …..
oke terlepas dari bule gila …. weekend saya diakhiri dengan kunjungan manis di minggu sore pukul 4-7 sore di lampuuk melalui jalur aspal bersama 3 orang rekan (topik, reyza, fani)…. dan ditutup dengan sakit badan yang ga keruan karena harusnya saya istirahat… tapi entah kenapa badan minta nyepeda mulu hahahahaha….
salam

hehehehehehehehehe