Ngegombal ala sepeda

Menempuh jutaan detik demi secercah penat dan kenikmatan
Mengayuh sepeda hidup dalam jalan penuh kerikil
Mencoba mencari jawaban atas pertanyaan abadi

dimanakah hidupku akan berlabuh?

Terjawab senyum dari Yang Membuat diriku ini
beragam senyum dan wajah sumringah melewati hari
dalam kayuhku ku tak lupa berdoa
mencari jawaban itu selalu

disaat terbit pagi dan dikala senja terbenam berganti gelap malam
hingga kini tak terangkai menjadi satu jawaban pasti
masih menebar misteri dalam benak
apalah arti sejuta keping emas
apalah arti banyak bidadari disekeliling

jikalau kamu melupakan arti senja
jikalau kamu melupkan siapa yang mengadakan pertunjukan setiap hari
hiruk pikuk kota dan angin yang membelai badanku
siapa yang membuat kita bisa bertahan di tanjakan terjal dalam hidup
tetap mengayuh sampai tak kuat lagi
dan tetap berjalan menenteng sepeda saat lelah

jikalau ingat akan Dia
senja yang indah akan menunggumu di puncak kehidupanmu

PS: Puisi yang mengatasnamakan alat kayuh bernama sepeda hohohoho

~ by Adith on July 11, 2008.

One Response to “Ngegombal ala sepeda”

  1. wah…sepeda…aku juga suka sepeda

Leave a Reply