Obama On The Rise?

Hai lagi,

Kali ini saya berusaha menulis mengenai hal selain sepeda hijau saya yang akhir-akhir ini kurang terawat karena pemiliknya males kehujanan terus :P , sebenarnya itu tidak berhubungan ya?

Anyway, kemarin malam saya ikut menjadi saksi TV atas pelantikan presiden kulit hitam pertama Negara Adidaya yang bermerek US atau Amerika, sekitar 2 juta orang memadati lokasi pelantikan ataupun inaugurasi, luar biasa.

Anehnya kenapa ya negara kita ini ikut bergembira sekali? Apakah karena si Barrack H. Obama pernah sekolah dan tinggal di Menteng?

What if in reality, this Obama Rising will have nothing to do for our country at all? will some of us blaming him for anything like Indonesian people always did?

We have a bad habit of encouraging people to stand up for us, but never want to stand up for ourself, when something happened, we will blame them for our casualities.

Kurang bisa bertanggung jawab terhadap diri sendiri dan hanya bisa berharap pada pengaruh dan tindakan orang lain akan berdampak positif pada diri kita, kinda remind me of myself in the past.

Obama is just a human, dia bisa naik, bisa juga turun dengan cara yang tidak beradab, tergantung how people react after he do his job for some time, seperti yang sudah saya sebutkan tadi, kita senang menaikkan orang dengan banyak harapan untuk kemudian menjatuhkannya dengan telak setelah dia tidak berkenan di hati dan pemikiran kita.

Seharusnya kita justru skeptis dahulu hingga ada bukti bahwa ada perubahan yang terlaksana sesuai janji si pemberi janji surga, kebanyakan euphoria berakhir dengan depresi dan kekecewaaan karena dilakukan terlalu ‘over’ dan diluar kapasitas yang semestinya.

Begitupun dengan presiden kita sendiri, jangankan Obama, SBY saja bisa dihitung sudah berapa kebijakan yang sebenarnya sudah merupakan janji surga lama beliau yang sudah basi tetapi baru dilaksanakan terburu-buru pada waktu akan terjadi pemilu, belum lagi munculnya figur-figur baru yang menyokong banyak omongan dan janji baru, tetapi ada satu yang saya perhatikan, kurang membuminya janji, tidak seperti obama yang dengan pinternya menyelipkan janji yang lebih realistis, tidak menghilangkan kemiskinan seperti slogan gerindra, tapi mengurangi ….

Yah setidaknya itu yang saya tangkap dari euphoria ga jelas pemilihan presiden yang bukan pemimpin negara kita, euphorianya terlalu lebay dan tidak jelas orientasinya, what will we get from praising a man that doesn’t even know who we are except that he was here and living in our country in his elementary school days, but other than that…. nothing more.

regards

vdit

~ by Adith on January 21, 2009.

Leave a Reply